AJIBLOG

Menulis Blog Adalah Salah Satu Hobi Saya di Waktu Luang dan Sebagai Catatan Eksperimen Tentang Informasi dan Teknologi , Silahkan Share , Subscribe dan Komen Jika Anda Suka Artikel saya ini, anda juga dapat menuliskan masalah yang anda alami pada saat mengikuti artiker diatas pada kolom komentar dibawah ini

Sabtu, 07 Desember 2013



Model OSI
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa
protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)
Model Open Systems Interconnection (OSI) Diciptakan Oleh International Organization For Standardization (ISO) Yang Menyediakan Kerangka Logika Terstruktur Bagaimana Proses Komunikasi Data Berinteraksi Melalui Jaringan. Standard Ini Dikembangkan Untuk Industri Komputer Agar Komputer Dapat Berkomunikasi Pada Jaringan Yang Berbeda Secara Efisien.

Model Layer OSI
Terdapat 7 Layer Pada Model OSI.
Setiap Layer Bertanggungjawwab Secara Khusus Pada Proses Komunikasi Data. Misal, Satu Layer Bertanggungjawab Untuk Membentuk Koneksi Antar Perangkat, Sementara Layer Lainnya Bertanggungjawab Untuk Mengoreksi Terjadinya “Error” Selama Proses Transfer Data Berlangsung.

Model Layer OSI Dibagi Dalam Dua Group: “Upper Layer” Dan “Lower Layer”. “Upper Layer” Fokus Pada Applikasi Pengguna Dan Bagaimana File Direpresentasikan Di Komputer. Untuk Network Engineer, Bagian Utama Yang Menjadi Perhatiannya Adalah Pada “Lower Layer”. Lower Layer Adalah Intisari Komunikasi Data Melalui Jaringan Aktual.



“Open” Dalam OSI
“Open” Dalam OSI Adalah Untuk Menyatakan Model Jaringan Yang Melakukan Interkoneksi Tanpa Memandang Perangkat Keras/ “Hardware” Yang Digunakan, Sepanjang Software Komunikasi Sesuai Dengan Standard. Hal Ini Secara Tidak Langsung Menimbulkan “Modularity” (Dapat Dibongkar Pasang).

Modularity
“Modularity” Mengacu Pada Pertukaran Protokol Di Level Tertentu Tanpa Mempengaruhi Atau Merusak Hubungan Atau Fungsi Dari Level Lainnya.
Dalam Sebuah Layer, Protokol Saling Dipertukarkan, Dan Memungkinkan Komunikasi Terus Berlangsung. Pertukaran Ini Berlangsung Didasarkan Pada Perangkat Keras “Hardware” Dari Vendor Yang Berbeda Dan Bermacam-Macam Alasan Atau Keinginan Yang Berbeda.
7 Layer OSI
Model OSI Terdiri Dari 7 Layer :
  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical
Apa Yang Dilakukan Oleh 7 Layer OSI ?
Ketika Data Ditransfer Melalui Jaringan, Sebelumnya Data Tersebut Harus Melewati Ke-Tujuh Layer Dari Satu Terminal, Mulai Dari Layer Aplikasi Sampai Physical Layer, Kemudian Di Sisi Penerima, Data Tersebut Melewati Layer Physical Sampai Aplikasi. Pada Saat Data Melewati Satu Layer Dari Sisi Pengirim, Maka Akan Ditambahkan Satu “Header” Sedangkan Pada Sisi Penerima “Header” Dicopot Sesuai Dengan Layernya.
Model OSI
Tujuan Utama Penggunaan Model OSI Adalah Untuk Membantu Desainer Jaringan Memahami Fungsi Dari Tiap-Tiap Layer Yang Berhubungan Dengan Aliran Komunikasi Data. Termasuk Jenis-Jenis Protoklol Jaringan Dan Metode Transmisi.
Model Dibagi Menjadi 7 Layer, Dengan Karakteristik Dan Fungsinya Masing-Masing. Tiap Layer Harus Dapat Berkomunikasi Dengan Layer Di Atasnya Maupun Dibawahnya Secara Langsung Melalui Serentetan Protokol Dan Standard.
Application Layer: Menyediakan Jasa Untuk Aplikasi Pengguna. Layer Ini Bertanggungjawab Atas Pertukaran Informasi Antara Program Komputer, Seperti Program E-Mail, Dan Service Lain Yang Jalan Di Jaringan, Seperti Server Printer Atau Aplikasi Komputer Lainnya.
Presentation Layer: Bertanggung Jawab Bagaimana Data Dikonversi Dan Diformat Untuk Transfer Data. Contoh Konversi Format Text ASCII Untuk Dokumen, .Gif Dan JPG Untuk Gambar. Layer Ini Membentuk Kode Konversi, Translasi Data, Enkripsi Dan Konversi.
Session Layer: Menentukan Bagaimana Dua Terminal Menjaga, Memelihara Dan Mengatur Koneksi,- Bagaimana Mereka Saling Berhubungan Satu Sama Lain. Koneksi Di Layer Ini Disebut “Session”.
Transport Layer: Bertanggung Jawab Membagi Data Menjadi Segmen, Menjaga Koneksi Logika “End-To-End” Antar Terminal, Dan Menyediakan Penanganan Error (Error Handling).
Network Layer: Bertanggung Jawab Menentukan Alamat Jaringan, Menentukan Rute Yang Harus Diambil Selama Perjalanan, Dan Menjaga Antrian Trafik Di Jaringan. Data Pada Layer Ini Berbentuk Paket.
Data Link Layer: Menyediakan Link Untuk Data, Memaketkannya Menjadi Frame Yang Berhubungan Dengan “Hardware” Kemudian Diangkut Melalui Media. Komunikasinya Dengan Kartu Jaringan, Mengatur Komunikasi Layer Physical Antara Sistem Koneksi Dan Penanganan Error.
Physical Layer: Bertanggung Jawab Atas Proses Data Menjadi Bit Dan Mentransfernya Melalui Media, Seperti Kabel, Dan Menjaga Koneksi Fisik Antar Sistem.
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut
Lapisan ke-
Nama lapisan
Keterangan
7
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.

3


Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.




Footer Ads

Like , Comment , Follow Blog Saya ...

Label

LinuxMint/Ubuntu (73) BLC-Telkom (33) Kegiatan (26) Debian (24) Tool (17) Kumpulan Tugas (12) Mikrotik (10) CentOS7 (8) Coding PHP (7) CentOS6 (6) Google (6) IDE (3) IPFire (3) Raspberry PI (3) github (3) NodeJS (2) Virtualisasi (2) Windows (2) GIS (1) Vuejs (1)

Contact us

Nama

Email *

Pesan *